Kopi rebus lebih nikmat

kopi rebusMenarik status page MAs Ma’arif:

“Yuk, bikin kopi rebus tuk nemani berdzikir di malam Jumat.
Moga panjang umur dan selalu dekat dengan Yang Kuasa.”

Jadi teringat Negeri Seribu Warung Kopi, yakni Banda Aceh, karena banyak tersebar kedai kopi, sehingga kadang ada gurauan orang yang menyebut kopi enak adalah kopi Aceh. Apa rahasianya? Hanya pemilik kedai yang tahu dan Allah SWT yang lebih tahu.

Yang pasti, kedai kopi di Aceh dan beberapa kota lain menyajikan kopi dengan cara direbus. Caranya, masak air sampai mendidih, masukkan bubuk kopi, aduk rata bagian atasnya saja supaya tercampur rata  dan biarkan selama 1 menit, boleh kurang jangan sampai lebih, karena kalau waktunya terlalu lama kopi akan terasa gosong. Setelah mendidih baru dituangkan ke dalam gelas disaring dengan kain, dan dicampur gula atau susu. Hmm… harum dan nikmat.

Bagi para penikmat kopi hitam atau kopi kental , perlu mencoba kopi rebus. Ada rasa yang berbeda dibandingkan kopi yang diperoleh dengan cara diseduh air panas. Aroma khas kopinya pun lebih terasa jika kita merebusnya.

Sebuah fakta menarik, sebagaimana ditulis dalam farragoindonesia didapatkan dari penelitian Doktor Gerasimos Siasos dari Universitas Athena mengenai hubungan antara konsumsi rutin kopi yang diseduh mendidih dengan umur panjang. Hal ini memperkuat fungsi kopi yang sebelumnya sudah dipastikan dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua, parkinson, dan penyakit hati.

Berangkat dari kebiasaan mengonsumsi kopi yang sudah menjadi rutinitas warga dunia, ia melakukan studi di Pulau Ikaria, Yunani. Pulau tersebut dijadikan target penelitian karena pernah disebutkan dalam artikel New York Times bahwa satu persen penduduk Ikaria hidup sehat meski berusia di atas 90 tahun. Terlebih lagi, di Pulau Ikaria jarang ada manula yang meninggal karena penyakit parah.

Penelitian dilakukan pada 673 warga Ikaria yang berusia di atas 65 tahun dengan sampel acak sebanyak 142 orang. Dari hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa orang yang mengkonsumsi kopi Yunani yang direbus memiliki fungsi endotel yang lebih baik. Kopi yang dimasak dengan cara direbus kaya akan polifenol dan antioksidan dan hanya berisi kafein dalam jumlah moderat.

Namun, meminum kopi yang direbus tak berdiri sendiri sebagai faktor yang membuat penduduk Pulau Ikaria dapat hidup sehat hingga tua. Banyak hal yang berpengaruh juga seperti kurangnya polusi, diet buah-buahan juga sayuran, dan konsumsi wine yang wajar.

Terlepas dari hasil penelitian di atas, yang jelas kopi rebus lebih nikmat. Hanya saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari efek kopi rebus (jika benar ada), paling tidak seduhlah kopi dengan air yang baru dimasak; tuangkan sedikit air ke dalam gelas yang sudah diberi gula dan kopi, aduk hingga benar-benar bercampur, tambahkan air sesuai selera, aduk lagi, tutup gelas sebentar dengan tutup stainless sebelum dihidangkan.

Dan yang tidak kalah pentingnya, jika Anda akan begadang dan memutuskan meminum kopi dalam porsi yang besar, Anda harus berpikir ulang. Karena penelitian di Inggris menyebutkan dugaan bahwa kafein membuat kita lebih segar sehingga tetap terjaga ternyata tidak benar.

Sebagaimana ditulis dalam Medical News Today, orang yang sering mengkonsumsi kopi, menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Neuropsychopharmacology itu, justru akan mengalami toleransi baik terhadap efek kegelisahan yang dihasilkan kafein maupun efek stimulasi dari kafein.

Ketika peminum kopi merasakan kesegaran yang dianggap karena kafein, penelitian ini justru menyimpulkan bahwa itu hanya tanda dari pembalikan efek kelelahan akibat mengkonsumsi kafein. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa kafein juga meningkatkan kegelisahan dan tekanan darah.

Dr. Peter Rogers, dari Jurusan Psikologi Eksperimental di Universitas Bristol, Inggris, kepada media mengatakan, “Penelitian kami menunjukkan tidak ada keuntungan yang didapat dari meminum kafein – walaupun kita merasa segar karena kafein, tetapi justru kafeinlah yang mengembalikan kita pada keadaan ‘normal’.”

“Pada sisi lain, ketika kafein dapat meningkatkan kegelisahan, berarti daya tahan penikmat kafein terhadap efek ini menjadi hilang,” dia menambahkan.

Untuk studi ini, para peneliti merekrut 379 orang yang setengahnya terdiri dari orang yang mengkonsumsi sedikit kopi atau tidak sama sekali dan setengahnya lagi kelompok orang yang sedang atau banyak mengkonsumsi kopi (beberapa gelas kopi yang besar).

Namun para peneliti tersebut menemukan bahwa dalam 16 jam hanya terdapat perbedaan tingkat kesegaran yang sedikit di antara konsumen kafein itu.

Setelah memberikan sampel darah untuk uji genetis, semua orang yang diteliti diminta tidak meminum kopi selama 16 jam lalu meminum 100 miligram kafein. Sembilan puluh menit kemudian mereka meminum 150 miligram kafein.

Peneliti kemudian membuat peringkat kegelisahan, kesegaran, dan sakit kepala sebelum dan sesudah meminum kopi dengan menggunakan Skala Sensasi Fisik, Kesegaran, dan Suasana Hati (MAPSS) melalui komputer. Kesimpulannya, kafein tidak menghasilkan kesegaran.

One Response to Kopi rebus lebih nikmat

  1. Slow_down says:

    artikel yang bagus pak

    saya juga termasuk pengkonsumsi kopi hitam, tpi setiap kali mengkonsumsinya sering merasakan asam lambung. dan itu diperoleh ketika kopi disajikan dengan diseduh air panas.

    nah anehnya dengan penyajian kopi rebus ini, efek asam lambung sedikit terminimalisir. dan efek relaks ke kepala lebih terasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: