Bulan Sya’ban Moment Peningkatan Diri

Saat ini kita ada di bulan Sya’ban 1433 H. Nabi SAW pernah bersabda:

“Dia adalah bulan diangkatnya catatan semua amal semua makhluk kepada Allah seru sekalian alam, maka saya suka sekali kalau amal-amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.”

Sejalan dengan hadits Nabi SAW di atas, tentunya lebih layak jika saat ini kita mengangkat isu peningkatan diri, dibanding isu lain yang relatif akan meruntuhkan kita kepada ketidak siapan menghadapi bulan berikutnya, yakni bulan Suci Ramadhan.

Mengapa kita harus meningkatkan?

Dalam Al-quran kita telah diberi tahu bahwa segala sesuatu di dalam alam ini berproses. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran Surat Al-Hajj (S. 22:5) sebagai berikut:

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”

Bisakah ditingkatkan?

Al-Quran dengan tegas memberitahukan bahwa manusia itu akan meningkat naik (maju) setahap demi setahap, sebagaimana dinyatakan oleh ayat berikut:

“Sesungguhnya kamu akan meningkat naik setahap demi setahap.” (QS. Al-Insyiqaq, S 84:19)

Dalam ayat lain bahkan ditegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri terlebih dahulu.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Al-Ra’du, S. 13:11)

Mengubah diri itu adalah dengan meningkatkan kualitas. Jadi, ayat tersebut menyatakan bahwa peningkatan nikmat Allah kepada kita tergantung kepada peningkatan kualitas kita.

Akhirnya Nabi SAW menyatakan, bahwa orang yang hari ininya lebih baik dari hari kemarinnya, maka ia adalah orang yang beruntung, orang yang hari ininya sama dengan hari kemarinnya, maka dia adalah orang yang rugi, dan orang yang hari ininya lebih buruk dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang terkutuk (HR. Muslim).

Apa yang harus ditingkatkan?

Tentunya banyak hal yang perlu ditingkatkan. Seluruh aspek yang kita miliki, baik fisik maupun non fisik, jasmani maupun rohani, materil maupun spiritual. Di antaranya, yang tidak boleh tidak harus ditingkatkan adalah sebagai berikut:

  • Kesehatan dan kekuatan jasmani

Ini sejalan dengan hadits Nabi SAW, bahwa orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah (HR Muslim).

  • Kecerdasan dan banyaknya ilmu akal

Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa orang yang diangkat derajatnya oleh Allah hanyalah orang yang beriman dan berilmu.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah, S. 58:11).

  • Ketundukan hati kepada Allah

Dalam al-Quran dinyatakan bahwa orang yang akan sukses sebenar-benarnya sukses adalah orang yang tunduk (taat) hatinya kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab, S. 33:71)

  • Kemauan kerja yang hebat

Dalam al-Quran dinyatakan bahwa derajat seseorang ditentukan oleh kualitas kerjanya.

“Dan bagi masing-masing mereka mempunyai beberapa derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-Ahqaf, S. 46:19)

  • Keterampilan (keahlian)

Nabi SAW menyatakan, bahwa apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya (HR Bukhari).

Dengan peningkatan semua itu, maka akan dapat pula ditingkatkan penemuan dan pelaksanaan sebab-sebab bagi sesuatu. Dengan begitu akan meningkat pulalah hidup dan kehidupan kita dan mengantarkan kita ke posisi kita yang dikehendaki oleh Allah, yaitu teratas, yang terbaik, dan yang termulia di antara semua umat manusia yang ada di bumi ini.

Kalau begitu, marilah kita mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk mencari sebab-sebab bagi segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita, kemudian mencari solusinya dengan berpedoman kepada paling tidak meningkatkan lima hal di atas.

Intinya, marilah kita mengantarkan diri kita ke posisi kita yang dikehendaki oleh Allah, yaitu teratas, yang terbaik, dan yang termulia di antara semua umat manusia yang ada di bumi ini. Kita menjadi ummat pilihan Allah SWT dan layak menjadi hamba-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: