BPIH Indonesia Lebih Murah dari Malaysia?

Selama ini masih berkembang isyu bahwa BPIH Indonesia tidak lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga semisal Malaysia, padahal animo masyarakat muslim di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji semakin hari semakin meningkat sekalipun pemerintah melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2010 telah menaikkan besaran setoran awal bagi jemaah haji reguler yang semula 20 juta rupiah menjadi 25 juta rupiah, dan haji khusus dari 3000 dolar menjadi 4000 dollar Amerika.
Jumlah daftar tunggu (waiting list) jemaah haji Indonesia sampai dengan 7 Juni 2011 sebanyak 1.420.915 orang, terdiri dari 1.377.414 orang jemaah haji reguler dan 43.501 orang jemaah haji khusus. Sedangkan berdasarkan laporan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah atas posisi dana setoran awal BPIH per 31 Mei 2011 berkisar pada angka 30.4 triliun rupiah lebih.
Dari hasil diskusi dan penelusuran Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama Drs. H. Ahmad Djunaidi, MBA, yang ditulis dalam Majalah Realita Haji edisi IV, ternyata BPIH Indonesia lebih murah sebesar 2 juta rupiah dibanding Malaysia. Kok bisa? Ternyata, biaya langsung (direct cost) yang harus dibayarkan oleh setiap jamaah haji di Malaysia tahun 2010 sebesar 9.980 ringgit Malaysia, atau sekitar Rp.29 juta, sementara biaya langsung yang dibayarkan calon jamaah haji Indonesia rata-rata sebesar 3.342 dolar AS dan dikembalikan sebesar 400 dolar AS atau 1.500 Saudi Real berupa living cost atau setara dengan 27 juta rupiah.
Selisih pembayaran biaya haji Indonesia dan Malaysia terlihat lebih tinggi lagi, jika komponen biaya tak langsung (inderect cost) juga dimasukkan ke dalam hitungan biaya perjalan an haji. Bagi jemaah haji Indonesia, dari hasil optimalisasi setoran awal, pemerintah membayarkan sebesar 5 juta rupiah sehingga total biaya perjalanan ibadah haji keseluruhan menjadi 32 juta rupiah. Sedangkan di Malaysia, komponen biaya tak langsung (inderect cost) yang dibayarkan dari Dana Tabung Haji sebesar 19 juta rupiah, sehingga total biaya perjalanan haji orang Malaysia menjadi sekitar 48 juta rupiah.
Menurut Ahmad Djunaidi, ada perbedaan yang cukup signifikan antara Tabung Haji Malaysia dengan Dana Ha ji Indonesia. “Kan Anda tahu bahwa Tabung Haji di Malaysia bersifat pro􀅀 t. Akibatnya, dengan keuntungan yang diperoleh sebesar itu, memungkinkan mereka mensubsidi jamaah haji lebih banyak. Sementara itu kita di Indonesia sesuai UU 13 Tahun 2008 Bab 1, Pasal 2 ditegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, profesionalitas, dan akuntabilitas dengan prinsip nirlaba”.
Sekarang ini, lanjut Djunaidi, pemerintah sedang menyusun naskah akademik RUU Pengelolaan Dana Haji yang nantinya dapat mengarah kepada lex specialist “Bagaimana bentuk, isi, materi dan sebagainya sangat tergantung dari keinginan pembuat UU,”
Kondisi Pemondokan Tak Jauh Berbeda
Bagaimana dengan perbandingan konddisi pemonddokan jemaah haji Indonesia dan Malaysia? Jika dibandingkan secara jujur, lanjut Djunaidi, penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia lebih baik dari Malaysia. Karena Indonesia memberangkatkan 210 ri bu jamaah setiap tahunnya, sementa ra Malaysia hanya 26 ribu jemaah. Dari jumlah sebanyak itu, Malaysia mempunyai daftar tunggu (waiting list) sebanyak 650.000 orang atau harus menunggu sampai 26 tahun. Sementara Indonesia mempunyai daftar tunggu sebanyak 1,4 juta jamaah atau rata-rata menunggu 5 hingga 6 tahun (lihat tabel perbandingan).
“Makanya seluruh calon jamaah haji Malaysia sudah mendaftar sejak usia dini. Yang tua-tua tak bakalan mendapatkan kuota,” terangnya.
Sementara itu, biaya pemondokan jamaah Malaysia di Ring I Makkah cukup tinggi yakni 6.000 Real Saudi, sementara Indonesia cuma 3.400 Real Saudi. “Padahal kualitas pemondok annya tidak jauh berbeda. Cuma beda kelas sedikit,” terangnya.
Tetap Turun
Sebenarnya, tambah Djunaidi lagi, kalau dibandingkan sejak dahulu, biaya penyelenggaraan haji Indonesia jauh lebih murah. “Sebagai contoh saja, dahulu untuk menunaikan ibadah haji orang tua kita harus menjual 3 ons emas. Sekarang dibawah 1 ons. Dahulu orang tua kita harus menjual 10 ekor sapi. Sekarang ini cukup dengan menjual empat ekor saja.
Dahulu harus menjual 1 hektar sawah, sekarang cuma setengah hektar saja Artinya, biaya menunaikan ibadah haji sekarang jauh lebih murah dibanding zaman orang-orang tua kita,” tegasnya lagi. Sekarang pun, lanjut Djunaidi, yang harus dibayarkan jamaah kita cuma tiga komponen saja, yakni pesawat terbang, pemondokan di Saudi, dan general service. “Sementara yang lain seperti pembuatan pas por, penginapan, konsumsi di asrama haji di Tanah Air, asuransi, makan di Armina dan Madinah ditanggung oleh pemerintah sebagai penyelenggara,” ucapnya.
Bagaimana menurut Anda? Terutama dengan BPIH pada tahun 1432H/2011M, lebih murahkah dibandingkan Malaysia?

One Response to BPIH Indonesia Lebih Murah dari Malaysia?

  1. Remarkably brave frontier chop is heralded by
    shopkeepers and investment bankers alike, leading many to mention
    that several of the modern most brilliant minds seem unfit to be recognising its increasing meaning to
    understanding future models. Today, researchers in the field of
    “life extension” pursue a similar goal. Alaskan pallid comprise slap-up with crab
    louse, cat’s-paw,and salads.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: