Menghitung Lembaran Quran untuk Proyek Khatam

Yuk, kita bikin proyek Khatam QuranTanpa sengaja, Jumat minggu kemarin di acara khatam Quran Tadarus ibu-ibu pengajian, ditemukan kalimat yang belum pernah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya, walaupun mungkin saja karena ketidaktahuan sehingga dianggap baru. Ide awalnya adalah mencari kalimat yang baru untuk tindak lanjut dari khatam Quran bulan Ramadhan.
Tidak terlintas dalam pikiran bahwa ada ketentuan 1 juz al-Quran = 8 lembar. Tidak pula bermaksud membakukan 1 juz al-Quran = 8 lembar. Terlebih ada al-Quran yang jumlah lembaran perjuznya 7, 9 dan 10 lembar. Yang jelas, saat itu kebanyakan al-Quran yang dibawa jamaah tadarus berjumlah 8 lembar/juz, kecuali juz 1.
Diawali pemikiran bahwa pada bulan Ramadhan dianjurkan membaca al-Quran bahkan disunahkan berjamaah (tadarus), sesuai hadits dari Ibnu Abbas RA. Berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. ( Shahih Al Bukhari).
Mengingat tadarus al-Quran (jika dilakukan di Mesjid atau Majelis Taklim) akan menambah semarak nuansa Ramadhan, akan mempengaruhi jiwa semangat membaca al-Quran, dapat dipastikan selama Ramadhan akan khatam al-Quran. Tinggal mendongkrak motivasi atau kesadaran untuk mengikutinya bagi yang belum terbiasa.
Yang menjadi permasalahan, untuk ibu-ibu muda atau remaja putri jumlah hari dalam satu bulan terpotong menstruasi (biasanya 7 hari). Untuk itu disepakati tadarus al-Quran 1,5 juz perhari, sehingga bisa selesai dalam 20 hari (jika terpotong menstruasi, maka minimal 13 hari bersama dan 7 hari sendiri-sendiri). Ditambah 7 hari menstruasi, berarti masih tersisa 2 atau 3 hari yang dapat dipergunakan untuk tadabbur Al-Quran atau refreshing sembari menyiapkan kue-kue lebaran.
Permasalahan berikutnya, bagaimana supaya selepas Ramadhan pun bisa khatam, sementara nuansa ibadahnya sulit disejajarkan dengan bulan Ramadhan?
Karena berangkat dari tadarus ibu-ibu dan remaja putri, maka tidak bisa dilepaskan adanya minggu tidak terpakai pada setiap bulan. Artinya, dalam setahun yang berjumlah 365 hari harus dipotong 12 x 7 hari = 84 hari, sehingga 365 – 84 = 281.
Supaya pelaksanaannya tidak terganggu dengan kegiatan bulan Ramadhan, maka perlu digunakan kalender hijriyah. Berarti harus dikurangi selisih kalender masehi dan hijriyah, yakni 11 hari, sehingga jumlah hari efektif dalam setahun adalah 281 – 11 = 270. Angka ini dikurangi bulan Ramadhan (anggap 30 hari, sebenarnya sudah terpotong 7 hari dan ini dianggap digunakan untuk keperluan persiapan bulan Ramadhan, seperti mempelajari kembali ilmu-ilmu shaum Ramadhan dan sebagainya), sehingga jumlah hari efektif dalam setahun dikurangi bulan Ramadhan adalah 270 – 30 = 240.
Jumlah juz dalam al-QUran adalah 30 juz dan tiap juznya 8 lembar (sengaja diambil yang standar ini), berarti keseluruhannya berjumlah 240 lembar. Terlihat ada kesamaan angka hari efektif dalam setahun tanpa Ramadhan dengan jumlah lembar al-Quran, yakni 240.
Kalau begitu, dengan mengambil angka terkecil 1 tahun bisa khatam 1 kali, berarti kita dapat mentargetkan membaca al-Quran 1 lembar/hari. Bisa dilakukan 1 kali/hari atau diprogram siang membaca 1 halaman dan malam pun demikian.
Untuk yang memiliki al-Quran 7 lembar/juz, berarti tersisa sebulan lagi yang belum terhitung. Ini dapat dipergunakan untuk tadabbur al-Quran atau sebagai hari cadangan menutupi kekurangan hari efektif yang tidak terpakai.
Sedangkan, bagi yang memiliki al-Quran 9 lembar/juz, berarti 270 hari efektif dalam setahun berikut bulan Ramadhan, full seluruhnya digunakan untuk proyek khatam ini.
Adapun bagi yang memiliki alQuran 10 lembar/juz, karena al-Quran ini dianggap memiliki jumlah lembaran 30 x 10 = 300, maka menggunakan pola 8 lembar. Sebab 300 : 240 = 1,25. Artinya, pemegang al-Quran ini menggunakan proyek khatam al-Quran dengan pola baca 1 lembar 0,5 halaman perhari.
Dengan pola seperti ini, kita akan dapat membuat sendiri target khatam Al-Quran berapa kali dalam setahun. Intinya, jika pada bulan Ramadhan kita khatam al-Quran 1 kali, hendaknya ditindaklanjuti khatam al-Quran pada tahun itu di luar bulan Ramadhan minimal 1 kali juga. Dengan membuat pola khatam al-Quran, insya Allah hati akan dekat dengan al-Quran, setiap jantung berdenyut akan al-Quran yang terpikirkan, dan tidak mustahil akan mau dan mampu mempelajari isi dan makna al-Quran.
Ini proyek khatam Quran setahun untuk ibu-ibu dan remaja putri yang mengalami menstruasi. Tentunya bagi mereka yang sudah menopause, juga untuk kaum laki-laki ada keleluasan yang lebih dibandingkan mereka. Paling tidak, polanya dibuat sama, sedangkan sisa hari dipergunakan untuk tadabbur al-Quran.
Barakallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: