Pesan Manasik Haji

Haji mengandung seribu makna, merangkum sejuta hikmah. Ia menjadi tiang kelima dari lima pilar utama dalam Islam. Begitu pentingnya ibadah haji, maka bagi yang istito’ah hendaknya menyegerakan untuk pergi haji.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kaitan dengan manasik haji adalah sebagai berikut:

1. Ibadan haji itu mudah:

  • Memahami syarat, rukun, dan wajib haji.
  • Memperhatikan tempat dan waktu (Miqat Makani & Miqat Zamani).
  • Pelaksanaannya dalam bentuk gerakan fisik, di tempat–tempat tertentu dan
    berpindah–pindah.

2. Membentuk Jemaah Mandiri :

  • Mandiri dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat umum.
  • Mandiri dalam menjaga dan memelihara kesehatannya.
  • Mandiri dalam kegiatan ibadah dan manasik haji.

3. Berahlak Mulia (ahklakul karimah ) selama berhaji:

  • Saling menghormati, tolong menolong, sabar, mengedepankan sikap husnudzon kepada orang lain.
  • Menjauhkan / menghindari perbuatan Rafas (porno-aksi), fasik, dan berbantahan (jidal ).

4. Menghormati perbedaan pendapat (khilafiah) dalam hal:

  • Pelaksanaan sholat di masjidil Harom, Masjid Nabawi, dll.
  • Pelaksanaan manasik haji, antara lain :
    • Masalah Miqat di Jeddah dan diatas pesawat
    • Kadar lamanya Mabit di Muzdalifah dan Mina
    • Mabit di perbatasan Mina

5. Shalat di pondokan karena sulit menuju ke Masjidil Harom setiap waktu.

  • Selama masih dalam batas Tanah Haram Makkah, pahala sholat sama dengan sholat di Masjidil Harom.
  • Bagi jemaah yang sedang sakit, atau yang fisiknya lemah tidak memaksakan sholat di Masjidil Harom setiap waktu.

6. Umrah berulang kali

  • Pendapat jumhur Ulama (mayoritas) memperbolehkan umrah berulang kali dengan memperhatikan kesehatan fisik.
  • Jika dilakukan sebelum Wukuf beresiko timbulnya kelelahan jemaah dan pada saat pelaksanaan Wukuf tidak maksimal.

7. Tidak perlu mengulang Tawaf Wada :

  • Jika masih ada yang harus diurus / diselesaikan dengan menunggu waktu yang cukup lama dipondokan.
  • Karena Tawaf Wada dilakukan malam hari dan tidak memungkinkan keluar dari Makkah kecuali besok siang.

8. Sholat Arbain itu sunat.

  • Hukum sholat Arbain itu sunat dan bersifat anjuran ibadah Afdoliyah.
  • Bagi yang tidak melaksanakan sholat Arbain tidak akan mengurang pahala haji dan kemabrurannya dan hajinya tetap sah
  • Bagi yang sholat Arbain tidak selesai 40 waktu karena sesuatu hal yang menghalangi, maka tetap dapat pahala sholat yang bersangkutan tetap dapat pahala sholat berjemaah dan tidak mengurangi pahala haji
     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: