Situ Gintung versus Caleg

Dua lagi ngtrend, Situ Gintung dan kampanye Caleg. Situ Gintung jebol menelan banyak korban dan yang dinyatakn hilang. Geger, dan lucunya ada yang saling salahkan, bahkan mempolitisir. Adapun kampanye Caleg dg segala keterbatasannya tetap menghangatkan suasana. Saling lempar isyu dan sindiran tetap jadi topik kampanye.
Jika keduanya berdampingan tentu akan didapat kaitan erat; Situ Gintung tantangan bagi Caleg.

Basis siapa di situ dan apa kontribusinya?

Pertanyaan ini penting dijawab, sebab siapa pun dan bagaimana pun mereka yang terpilih adalah wakil rakyat sekitar situ Gintung. “Mereka dipilih bukan dilotre,” kata Iwan Fals. Terlebih di jaman pemilu sistem distrik, walaupun semi, mereka harus betul-betul menjadi wakil rakyat yang tentu harus meliputi segalanya.

Ini bukan memojokkan seseorang, hanya kebetulan. Maksudnya, Situ Gintung hanya sebuah contoh, sebuah fenomena yang riil.

Maka dari itu, seorang caleg hendaknya seorang politisi profesional yang hendaknya pula diperlakukan sebagai seorang profesional oleh parpol pengusungnya. Bisa nggak ya? Sebab di liga olah raga saja, klub pemilik pemain profesional akan berupaya membayar berapa pun harga pemain dengan catatan bisa mengangkat prestasi dan prestise klubnya. BUkannya pemain mengisi kas klub-nya untuk bisa dipakai sebagai pemain inti atau cadangan. Pada akhirnya mereka akan bermain bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Sementara caleg kadang dituntut mengeluarkan biaya gede-gedean sendiri-sendiri, yang pada akhirnya setelah jadi anggota legislatif berada di persimpangan.

Dengan mengambil contoh kasus situ Gintung, jelas bahwa jebolnya situ tersebut sebagai tantangan bagi para caleg. Mampukah para caleg setelah menjadi anggota legislatif memperhatikan lingkungan dapilnya? Paling tidak mengurangi terjadinya musibah yang besar.

2 Responses to Situ Gintung versus Caleg

  1. titiw says:

    Saya baca di koran, banyak caleg2 yang menyalahkan caleg yang lokasinya di sekitar kejadian. Lah.. Aneh banget sih.. kesannya mau ngambil kesempatan dalam kesempitan. ANEH BERAT. Eh lupa, salam kenal, hehe..๐Ÿ™‚

  2. mamabojong says:

    kita sukanya menyalahkan orang, bukannya menyadari kesalahannya.
    seperti kasus situ gintung hanyalah sebuah pelajaran sebab kejadiannya adalah takdir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: