Berhaji adalah bermaksud dan pengabdian

Ini semata-mata hanya untuk mengingatkan kita semua bahwa tidak ada ibadah seagung ibadah haji, tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. Haji mengandung seribu makna, merangkum sejuta hikmah. Ia menjadi tiang kelima dari lima pilar utama dalam Islam. Sebutannya ibadah ini pun unik. Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid menjelaskan bahwa haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja), sementara maksud dan niat, keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita.

Niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama, yaitu hati. Manakala ibadah haji adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama, yaitu Al-Haj yang berarti al-qashdu.

ذلك ومن يعظم شعآ ئر الله فانها من تقوى القلوب

Demikian (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (Q.S. Al-Hajj, 22:32)

Dalam berbagai amaliah haji, kadang sulit bagi akal manusia untuk menemukan atau mengungkapkan berbagai makna dan hikmah yang tersirat di dalamnya. Bahkan sepintas terlihat ada sebagian yang tidak rasional dan tidak sesuai dengan pikiran yang normal, misalnya memotong rambut, berlari kecil ketika sa’i, dan sebagainya. Memang terkadang sebagian pekerjaan haji ada yang diperlukan hanya berupa ibadah murni (mahdhah), yakni karena semata-mata perintah Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

لبيك بحجة حقا تعبدا ورقا

Aku datang berhaji yang benar-benar merupakan pengabdianku (ibadah) dan perhambaanku (kepada Allah). (HR al-Bazzar dan Thabrani)

Kata ta’abbudan wariqqa artinya pengadian (ibadah) dan penghambaan kepada Allah di atas hanya ditemukan dalam urusan ibadah haji yang menunjukkan aspek ubudiyah yang tertinggi dan membuat ia lebih diutamakan daripada ibadah lainnya.

Tatkala seorang haji tiba di ka’bah, dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana, tetapi dia thawaf, berputar mengelilingi ka’bah. Thawaf mengisyaratkan bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan, tetapi tujuannya adalah pemilik rumah, Rabbul Ka’bah.

Begitu pula mencium hajar aswad, bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu, melainkan karena mengikuti sunnah rasul. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul. Disebutkan dalam shahih Bukhari Muslim bahwa ketika Umar r.a menciummnya, dia berkata, “Sesungguhnya aku tahu pasti bahwa engkau hanya sekedar batu biasa, yang tidak bisa mendatangkan madharat dan manfaat. Seandainya saja aku tidak pernah melihat Nabi SAW menciummu tentu aku tidak akan menciummu.”

Berhaji adalah bermaksud melaksanakan ketaatan memenuhi panggilan Allah SWT.

Digg! lintas beritakan submit to infogue Add to Technorati Favorites

2 Responses to Berhaji adalah bermaksud dan pengabdian

  1. djdepagskw says:

    Ass. salam kenal ti rayi anu tebih mama…

  2. mamabojong says:

    wa ‘alaikum salam wr.wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: