Disiplin haji dan larangan hp di alHaram

Ada empat disiplin yang mesti diamalkan selama dalam pelaksanaan ibadah haji sebagaimana ditekankan oleh Departemen Agama, yaitu:

1. disiplin pengelompokan
    Pada dasarnya pelaksanaan ibadah haji dilakukan sendiri2, tidak berkelompok. Hanya saja, mengingat keberangkatan jemaah haji Indonesia dikelompokkan dalam kloter (satu kloter 455 orang) yang terbagi lagi menjadi 10 rombongan (masing-masing 4 regu dan setiap regu 11 atau 12 orang), diharapkan terjalin keutuhan dalam regu, rombongan, dan kloter. Maksudnya selama mungkin bisa utuh diupayakan utuh.

2. disiplin makan dan minum
    Secara kesehatan makanan dan minuman membantu kelancaran beribadah. Maka dianjurkan makan yang cukup kalori dan bergiji. Dan sesuai dengan iklim di arab saudi, minum yang banyak dan menyehatkan – air zamzam bisa menjadi solusi untuk itu.

3. disiplin ibadah
    Utamakan melaksanakan yang rukun dan wajib, baru kemudian yang sunah. Jangan sampai karena mengejar sunah, kita kedodoran melaksanakan yang rukun dan wajib, terlebih jika menjadikan tidak sah atau banyak dam yang harus dikeluarkan. Dan perlu diingat bahwa yang pokok dari ibadah haji adalah wukuf di arafah, al-haj ‘arafah.

4. disiplin istirahat
    Istirahat secara teratur merupakan upaya untuk menjaga kondisi.

Menyoroti disiplin ibadah, pada dasarnya setiap perintah Allah harus dilaksanakan berdasar patokan yang telah digariskan dalam Quran dan Hadits. Hanya saja, fleksibilitas aturan naqli kadangkala dimanfaatkan untuk penerapan hak dan kebebasan masing2 orang. Ironisnya, hak dan kebebasan yang muncul kadang mengurangi (kalau tidak dikatakan mengganggu) kekhusuan beribadah.

MATIKAN HP KETIKA KHUTBAH DAN SHALAT. Slogan ini banyak kita temukan di mesjid2 yang biasa dipergunakan ibadah shalat Jumat. Dan slogan ini rupanya penting diterapkan dalam pelaksanaan ibadah haji, terlebih jumlah jemaah haji jutaan. Bukan hanya akan mengganggu kekhusuan beribadah bagi dirinya, bahkan bagi orang2 di sekelilingnya.

Anggota Majelis Syura Kerajaan Arab Saudi mengharap Pimpinan Dua Masjid Utama (Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah) untuk mempergunakan sistem yang bisa mencegah digunakannya telepon selular di dalam Masjidil Haram, baik saat tawaf ataupun saat melaksanakn salat. Mengutip informasihaji seperti ditulis dalam harian Arab News edisi Jumat 25/07/2008, Jemaah harus diberi pelajaran bahwa mereka tidak boleh mempergunakan telepon selular mereka saat tawaf di sekitar Ka’bah.”

Sepertinya, tanpa usulan anggota Majelis Syura Kerajaan Arab Saudi pun, disiplin ibadah haji sangat tidak menghendaki penggunaan HP ketika beribadah shalat, tawaf, dan sa’i. Dan jika kemudian ada larangan membawa HP ke mesjid al-Haram, itu pertanda tidak sedikit jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji hanya sebagai pelepas sebuah beban kewajiban. Padahal, seperti halnya melaksanakan shalat, beribadah haji pun merupakan kewajiban (man istatho’a) yang lillah. Bukan hanya karena Allah telah mewajibkan, sehingga neraka bagi yang meninggalkannya, tetapi karena kesadaran yang tumbuh sebagai hamba yang harus taat kepada-Nya.

Allah Maha Suci dan Maha Luhur, maka kesucian jasmani dan rohani serta keluhuran budi yang kita perlihatkan pada-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: