Hidup adalah Ujian

Dalam al-Quran surat al-Insaan (S. 76:2) Allah berfirman, “Innaa khalaqna ‘l-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi faja’alnaahu samii’an bashiiroo”; “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur (antara benih lelaki dengan perempuan) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Ayat di atas menegaskan bahwa setiap manusia yang hidup akan mengalami ujian. Ia terikat oleh perintah dan larangan sebagai ujian. Apakah taat perintah dan meninggalkan larangan ataukah melanggarnya? Itu sebabnya manusia dilahirkan dan hidup dengan pendengaran dan penglihatan. Artinya pendengaran dan penglihatan yang dimiliki oleh manusia akan mempengaruhi sikap dan kebijakan yang dimunculkannya. Kebiasaan mendengar dan melihat sesuatu akan membentuk sikap dan perbuatannya.

Kalau begitu, pola berpikir manusia terbentuk bergantung pada “samii’an bashiiran”. Dengan begitu pula, maka manusia hidup mengalami ujian hanya akan dirasakan oleh mereka yang berakal. Dengan akalnya, seseorang akan menentukan mana sikap dan perbuatan yang mencerminkan ketaatan pada perintah dan menjauhi larangan.

Asumsi ini senada dengan firman-Nya dalam al-Quran surat al-Maidah (S. 5:48), “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kita-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” Walaupun tidak mutlak nalar mengakui pembenaran al-Quran sebagai pembawa kebenaran, sebab ada unsur keyakinan di dalamnya, tetapi disetujui atau tidak akal pikiran manusia akan menyertai keyakinan mereka mengakui pembenaran itu. Terlebih jika rangkaian ayat (S. 5:48) ini dilanjutkan akan jelas bahwa akal pikiran menyertai pengakuan manusia hidup mengalami ujian; “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Jika ini diakui, berbagai ujian yang menimpa kita bangsa Indonesia, bencana alam, perang, kekurangan bahan pangan, termasuk naiknya harga BBM, itu adalah suatu hal yang kecil dari ujian hidup manusia. Sebab ujian yang besar adalah kita diuji ketaatan kita melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: