Kebangkitan Nasional bagi Ummat Islam

Hari ini tepat seabad kebangkitan nasional Indonesia, yakni masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Awal gerakan itu adalah berdirinya Boedi Oetomo, organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Hanya saja, koordinator Indonesia Satu Rr Berar Fathia (19/4) mengatakan, saya hari ini harus meluruskan sejarah kebangkitan nasional yang tidak diketahui publik bahwa penggagasnya adalah Kartini, bukan Boedi Oetomo dan bahwa Boedi Oetomo itu nasionalisme Jawa (http://www.kompas.com).

No comment atas pendapat Berar. Mudah-mudahan para pakar Sejarah senantiasa menggali sejarah selurus-lurusnyanya, sehingga kita lebih fokus pada melanjutkan perjuangan para pembangkit semangat ke-Indonesia-an.

Yang terpenting adalah menegakkan persatuan dan kesatuan, walaupun hal ini hanya merupakan satu bagian dari pilar kebangkitan nasional. Isu penegakkan kembali persatuan dan kesatuan menjadi moment penting di saat kita berlomba-lomba memunculkan kotak-kotak pengelompokkan umat berdasar ketidakpuasan.

Padahal Hadratusj-Sjaich, Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dalam pidatonya di Muktamar NU ke-12 menyatakan:

Manusia harus bersatu agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan agar terhindar kehancuran dan bahaya. Jadi kesamaan dan keserasian pendapat mengenai penyelesaian beberapa masalah adalah prasyarat terciptanya kemakmuran. Ini juga akan dapat mengokohkan rasa kasih sayang. Adanya persatuan dan kesatuan telah menghasilkan kebajikan dan keberhasilan. Persatuan juga telah mendorong kesejahteraan negara, peningkatan status rakyat, kemajuan dan kekuatan pemerintah, dan telah terbukti sebagai alat untuk mencapai kesempurnaan. Salah satu dari banyak tujuan persatuan adalah bersemainya kebajikan yang akan menjadi sebab terlaksananya berbagai ide.
Jadi memang kita harus mempertegak (atau menegakkan, atau …) kembali persatuan dan kesatuan. Perpecahan sebesar apapun adalah sebab utama kelumpuhan, kemunduran dan kegagalan dalam setiap jaman, serta sebab kerusakan, kehancuran, dan aib yang besar.

Ayo bersatu!

Bagi kita umat Islam, menghadapi seabad kebangkitan nasional dengan isyu sentral persatuan dan kesatuan, perlu ditegaskan bahwa ajaran Islam tidak akan dapat berjalan dengan baik selama kepentingan masyarakat Islam terpecah-pecah. Kalau begitu, tujuan akhir politik Islam di Indonesia adalah pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya bibir saja. Dan Hasyim Asy’ari memberikan nasihatnya:

Kita masyarakat Islam Indonesia tidak ingin memperebutkan posisi kepemimpinan, kita hanya ingin mereka yang menduduki dan memegang kepemimpinan negeri ini melaksanakan ajaran Islam yang telah diperintahkan oleh Allah Yang Maha Suci dan Agung.

Inilah saatnya fajar kebangunan umat Islam bukan saatnya terpecah-pecah. Jangan jadikan ketidakpuasan sebagai sumber konplik atau perpecahan. Yang lebih parah, ketidakpuasan jadi pemicu melicinkan cara cari/curi duit dengan pura-pura menjadi pelopor pembangun umat untuk lebih takwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: