Mama yang mana ?

Secara nasional kita biasa menggunakan istilah mama untuk sapaan terhadap ibu dan untuk bapak dengan papa. Tetapi di Sunda kadang mama dipergunakan untuk panggilan bapak dan untuk ibu dengan mimi. Dan di Sunda kadang mama diberikan sebagai gelaran terhadap kaum laki-laki yang dituakan atau dihormat di suatu lingkungan. Bahkan mama digelarkan kepada mereka laki-laki yang tinggi ilmu agamanya, seperti Mama Rende -ulama Cianjur, Mama Endin – kiai koboi dari Garut. Mama Bojong pun ada, yakni di Bandung (dan blog ini yang ditulis oleh seorang manusia yang banyak kekurangan dan kekhilafannya tidak semata-mata untuk merendahkan Mama Bojong, terlebih Mama Jelegong – putranya – adalah guru saya. Hanya kebetulan saja pada tahun pertama tinggal di lingkungan baru saya, muncul sapaan2 baru terhadap para penghuni yang rata2 datang dari berbagai pelosok, ada mama Paris, mama Ganeas, mama Jatihurip, dan banyak lagi, sedang saya kebagian mamabojong). Itu sebabnya pula saya tidak mau memisahkan kata mamabojong untuk blog ini.

Tujuan penulisan ini bukan untuk mempertentangkan perbedaan istilah secara nasional atau Sunda, apalagi ternyata di Sunda pun sedikitnya ada perbedaan makna. Bukan pula untuk mensejajarkan saya dengan Mama Bojong dari Bandung.

Jika kita analisis, kata mama sebagai ibu, sebagai bapak (di Sunda), atau sebagai tokoh agama, terlihat ketiganya mengandung makna yang agung dan mulia.

Lantas apa pentingnya mengungkap kata mama? Sebab, untuk kondisi negara kita yang seperti ini dibutuhkan mereka-mereka yang siap jadi mama dalam arti yang sebenarnya, yakni jadi ibu bagi perempuan, jadi bapak untuk laki-laki, dan jadi tokoh bagi para pemimpinnya. Ini hanya teropong saya menggunakan kacamata yang murah.

Prediksi saya, jika muncul mama, terlebih sesegera mungkin, insya Allah kita akan menemukan jati diri sebagai bangsa yang rohmatan lil alamin. Sebab bisa diharapkan manusia-manusia Indonesia nantinya menjadi sabar, tabah, dan bijaksana.

Kalau begitu, mari kita selangkah lebih maju dan kita maju dengan selangkah-selangkahnya berarti. Kita kembangkan khazanah2 lama yg baik sembari kita gali kgazanah2 baru yg lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: