Bingkai Foto Profil Nuansa Idul Fitri

Ini edisi Krisdayanti, menghitung hari, bahkan sudah detik demi detik dan sudah di depan mata, yang namanya lebaran. Nuansa idul fitri sudah terasa di seminggu terakhir ini, mulai dari peserta taraweh di beberapa mesjid/mushola berkurang, hingga mall mulai sesak. Spanduk-spanduk pun di jalan, terlebih di daerah yang akan menggelar perhelatan Pilkada, kian bertambah dengan ucapan Selamat Idul Fitri.

Bermula dari dp bbm ade bungsu yang berbingkai nuansa Idul Fitri, tergerak ingin mengikutinya buat profil whatsapp. Ternyata di WA, profil ade raya pun berbingkai nuansa idul fitri. Keduanya di tanya, keduanya diminta ngirim gambar png (bingkai) yang kosongnya.

Sembari menunggu jawaban, searching gambar-gambar berekstensi png dan bernuansa idul fitri. Banyak dan beragam. Anehnya, tidak ada bingkai yang bertajuk 1438 H.

Setelah menunggu lama, ade yang ganteng dan yang cantik itu melontarkan jawaban yang sama, “buka fb”. Ternyata banyak facebooker yang menggunakan bingkai nuansa idul fitri.

Tanpa berpikir panjang, masuk ke profil si bungsu, discroll, dan ditemukan pembaharuan foto profilnya. Lihat di bawah fotonya, ditemukan icon facebook Attam dan di sebelah kanannya terlihat satu button kecil bertuliskan ‘Cobalah‘ (bisa pula bertuliaskan ‘Try It‘) sbb :

yasha1

Jika ada teman fb yang menggunakan bingkai nuansa idul fitri dan Anda tertarik, cobalah mengikuti cara tersebut. Setelah diklik button tersebut ‘Cobalah‘ atau ‘Try It‘, berikutnya muncul window yang menampilkan foto profil kita yang di-overlay dengan bingkai seperti teman kita.

Kita bisa melakukan sedikit penyesuaian seperti mengganti foto, menggeser foto, melakukan zooming pada foto, dsb.  Kita bahkan bisa menentukan kapan foto profil kita akan kembali seperti semula, apakah dalam waktu 1 jam, 1 hari, 1 minggu, ‘Tidak Pernah’ atau ‘Never‘ (yang merupakan pengaturan default).

Jika sudah merasa oke, cukup klik saja button ‘Gunakan sebagai Foto Profil‘ atau ‘Use as Profile Picture’ dan selesai!  Foto profil kita pun berubah dan bisa disave untuk dp bbm atau whatsapp seperti ade yang menginspirasi tulisan ini.

Lalu bagaimana jika tidak ada seorangpun teman kita yang mengubah foto profilnya berbingkai nuansa idul fitri? Kunjungi saja tautan ini : profilepicframes. atau buka fb mamabojong.

Selamat mencoba bagi yang tertarik dan terima kasih kepada ade dan ade.

Advertisements

Selebrasi Bali United Mendunia

selebrasi agama pemain bali unitedFoto diambil dari laman facebook Bali United hasil jepretan Miftahuddinhalim.

“Bali United menggemparkan dunia”, begitu yang ditulis harian Radar Bandung dalam suplemen radar ramadhan.  Bukan karena prestasi, tetapi lantaran toleransi tiga pemainnya.

Setelah Irfan Bahdim menyarangkan gol ke gawang Perseru Serui pada menit ke-86 dalam lanjutan Liga 1, minggu (4/6/2017), tiga pemain Bali United merayakannya dengan berterima kasih kepada Tuhan, dengan keyakinan masing-masing.

Ngurah Nanak, posisi paling kanan, yang beragama Hindu berdiri menangkupkan tangannya ke atas di depan dahi. Yabes Roni Malaifani, tengah, yang beragama Kristen terlihat berlutut dan merapatkan kedua tangannya dengan mata terpejam. Striker Muslim, Miftahul Hamdi,  paling kiri, bersujud syukur dengan kepala menyentuh rumput lapangan. Foto ini beredar luas sampai ke mancanegara di tengah kondisi politik Indonesia dengan berita-berita terkait SARA, sebagaimana dalam laman republika disebutkan bahwa Washington Post bahkan membuat judul dalam beritanya pada Rabu (7/6), “Christian, Muslim, and Hindu soccer players in Indonesia use goal celebration to make political statement” yang artinya pemain sepak bola umat Kristen, Muslim, dan Hindu di Indonesia gunakan selebrasi gol untuk sebuah pernyataan politik.

“Karena perbedaan keyakinan tidak akan menghalangi kami untuk mencapai tujuan yang sama. Bali United Jaya!”, tulis keterangan di bawah foto tersebut. Mang Tera mengomentari, “moment ini yg sngat di tungggu ketika banyak orang di luar sana yg se akan menanyakan arti dari bhenika tunggal eka,,di bali hal itu sngat lah nyata.” Pantas, jika I Nyoman Wijaya Putra pun mengomentari foto tersebut dengan mengatakan Bali is the best”.

Sampai ini ditulis, sudah 10.408 pengguna fb yang menyukai foto itu, 11.860 kali dibagikan, dan 431 yang mengomentari.

Mamabojong pun kagum. Hebat lah, sambil klik ikon SUKA.

Makna kejujuran dalam kisah pemindahan kiblat

Belum lama kita memasuki tahun baru Hijriyah, beberapa hari lagi bahkan kita akan memasuki tahun baru Masehi. Dan, di bulan hijriyah kita sudah memasuki hari ke-25 bulan kedua, yakni shafar 1435H, yang berarti seminggu lagi akan memasuki bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi besar Muhammad SAW.

Terkait dengan hijrah Nabi yang merupakan ruhnya bulan hijriyah, juga terkait dengan pergantian tahun baik tahun baru hijriyah maupun tahun baru masehi, dan dengan akan masuknya kita ke bulan Rabiul Awal, seyogyanya kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Sebab hanya dengan bekal takwa kita akan selamat di dunya maupun di akhirat kelak.

Pada kesempatan ini pula, dipandang perlu untuk mengulas sedikit ayat AlQuran surat Al-Baqarah (S. 2 : 144). Read more of this post

Kopi rebus lebih nikmat

kopi rebusMenarik status page MAs Ma’arif:

“Yuk, bikin kopi rebus tuk nemani berdzikir di malam Jumat.
Moga panjang umur dan selalu dekat dengan Yang Kuasa.”

Jadi teringat Negeri Seribu Warung Kopi, yakni Banda Aceh, karena banyak tersebar kedai kopi, sehingga kadang ada gurauan orang yang menyebut kopi enak adalah kopi Aceh. Apa rahasianya? Hanya pemilik kedai yang tahu dan Allah SWT yang lebih tahu.

Yang pasti, kedai kopi di Aceh dan beberapa kota lain menyajikan kopi dengan cara direbus. Caranya, masak air sampai mendidih, masukkan bubuk kopi, aduk rata bagian atasnya saja supaya tercampur rata  dan biarkan selama 1 menit, boleh kurang jangan sampai lebih, karena kalau waktunya terlalu lama kopi akan terasa gosong. Setelah mendidih baru dituangkan ke dalam gelas disaring dengan kain, dan dicampur gula atau susu. Hmm… harum dan nikmat.

Bagi para penikmat kopi hitam atau kopi kental , perlu mencoba kopi rebus. Ada rasa yang berbeda dibandingkan kopi yang diperoleh dengan cara diseduh air panas. Aroma khas kopinya pun lebih terasa jika kita merebusnya.

Sebuah fakta menarik, Read more of this post

Leunca, Bisa Jinakkan Kanker

leuncaTumbuhan yang bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga, hingga buahnya. Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui.

Di balik enaknya buah leunca, tersimpan khasiat yang luar biasa. Hasil penelitian di Guangdong Provinci Cancer Research Center, Cina, tanaman yang dapat tumbuh 3.000 m di atas permukaan laut dan bentuk daun bulat telur dan ujung daun meruncing ini, mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu penghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.

Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishok. Solamargine dan solasonine mempunyai efek antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.

Ekstrak daun tanaman ini, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, Sekertaris Umum Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia (hiptri), mampu menekan ascitic sarcoma, menstimulasi pembentukan sel darah, dan bersifat kuat sebagai anticholine esterase. Kandungan kimia lainnya adalah glikoalkaloid, solanidine, diosgenin, tigogenin, juga sedikit atropine, saponin, dan minyak lemak.

Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg).

Dr. Budi Sugiarto, dari Rumah Sakit Omni Medika Center, Jakarta, menyatakan bahwa tanaman yang buahnya renyah, sedikit pahit, dan agak langu ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat Cina sebagai antibiotik, antiradang, diuretik (peluruh air kemih), menghilangkan bengkak, melancarkan darah, peluruh dahak, antipruritus (menghilangkan gatal), pereda batuk, dan penurun demam.

Penelitian yang dilakukan di RS Guangdong Yizhou, Cina, leunca via infus diujikan terhadap 10 penderita kanker leher rahim melalui injeksi 3 ampul masing-masing 10 ml, 2 kali sehari. Hasilnya, 70 persen pasien sembuh dengan bukti pemeriksaan ulang melalui foto scanning. Sisanya membutuhkan obat-obatan lain. Read more of this post

%d bloggers like this: