Posts filed under 'education'

Menanam cinta dalam pernikahan

Menjadi orang yang dituakan slalu jadi sasaran curhat, bahkan untuk acara-acara tertentu seperti sayur tanpa garam bila tidak dilibatkan. Begitu pula ketika muridku (sekarang jadi teman kerja) punya niatan nikah, dia menghendaki saya bisa hadir pada acara sakral tersebut.

Mengetahui saya mau berangkat haji, dia terharu, bangga, dan memohon untuk supaya saya bisa mendoakannya bisa berangkat haji juga. Tetapi di balik itu, dia seperti memelas, karena telah menetapkan tanggal pernikahan pada hari di mana saya masih berada di tanah suci.

Melihat itu, saya hanya bisa berpesan, semoga pernikahannya diridloi oleh Allah SWT dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah.

Menyadari kegantengannya yang bisa bikin wanita lain tertarik padanya, tiba-tiba meluncur pesan pernikahan. Kebetulan saat itu calon istrinya pun ada dan kita ngobrol bertiga. Saya katakan, “Anda tahu apa yang selalu terpikir di benakku ketika merasa tertekan karena istri atau melihat wanita lain yang lebih cantik atau lebih enak dipandang?” Dia malah bertanya lagi, “Apa itu?” Lantas saya katakan, “Jika begitu, terngiang di benakku: Tidakkah kau tahu, setiap kali kutemui Linda (istriku) selalu kurasa nikmat pasakannya?” Dengan begitu, lanjutku, saya selalu berpikir jika mengganti istri, akankah dia menyajikan masakan yang lebih enak dari masakan istriku. “Bagaimana kalau wanita lain itu seorang koki?” dia menimpali. Kukatakan, sering aku makan di restoran berkelas, tapi ada kesan tersendiri makan makanan buatan istriku.

Mungkin ini salah satu dari ilmu bercinta, jeem. Sekaligus upaya memperkuat tali pernikahan.

Mau berbagi ilmu, sharing pengalaman atau muatin curhat, ditunggu deh.

Digg! lintas beritakan submit to infogue Add to Technorati Favorites

Add comment Oktober 29, 2008

Pemimpin dan Tanggung Jawab

Kullukum ro’in wakullukum mas-ulun ‘an ro’iyyatihi. Setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.

Jadi, setiap kamu adalah orang yang dipercaya untuk berlaku baik terhadap apa yang dipercayakan kepada kamu semua. Maka setiap diri dituntut untuk berlaku adil dan mengurus kemaslahatannya atas apa yang dipercayakan kepadanya.

Kepemimpinan kamu dipertanggungjawabkan, bukan hanya di akhir periode kepemimpinannya. Bahkan di akhirat kelak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Jika ia mencukupi apa yang menjadi kewajibannya dalam memimpin atau memelihara, maka ia memperoleh bagian yang sempurna. Jika tidak dapat memenuhi, maka akan dituntut haknya, bahkan pada hari kiamat pun akan dituntut haknya di akhirat.

Pemimpin negara, pemimpin daerah, atau penggantinya adalah orang yang memimpin dan menjaga serta menguasai rakyatnya. Ia akan dimintai tanggung jawabnya dalam memimpin rakyatnya, apakah sudah menjaga hak-hak rakyatnya atau belum.

Pemimpin suatu instansi atau perusahaan, begitu pula halnya dengan seorang suami, seorang istri, seorang pelayan, seorang anak, bahkan dirinya sendiri adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

Maka setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

Bagaimana jika seorang pemimpin yang muncul dari sebuah partai atau kelompok tertentu, kaitannya dengan partai atau kelompoknya itu?

(lagi…)

Add comment Oktober 25, 2008

Opera mini v.4.0 di PC

Setelah mengangkat tulisan di blog ini mengenai opera mini di PC yang saya saya temukan dari mtamim berjudul Menjalankan Aplikasi Java Midlet di Komputer, tidak sedikit yang memanfaatkan informasi ini. Hanya saja, belakang ini katanya untuk hp dengan kemampuan aplikasi operamini v.4.1 tidak bisa menjalankannya di PC.

Dan memang betul saat ini hanya opera-mini v.4.0 ke bawah yang bisa dijalankan di PC dengan bantuan software MidpX. Ironisnya, saya cari di Opera Mini tidak ditemukan opera-mini-4.0.10406-advanced-int. Sekedar untuk pengembangan ilmu dan teknologi saya bisa berbagi software, hanya saja menyelipkan file jar di sini belum punya lisensinya. Duh gimana ya?

Add comment Agustus 4, 2008

Hidup adalah Ujian

Dalam al-Quran surat al-Insaan (S. 76:2) Allah berfirman, “Innaa khalaqna ‘l-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi faja’alnaahu samii’an bashiiroo”; “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur (antara benih lelaki dengan perempuan) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Ayat di atas menegaskan bahwa setiap manusia yang hidup akan mengalami ujian. Ia terikat oleh perintah dan larangan sebagai ujian. Apakah taat perintah dan meninggalkan larangan ataukah melanggarnya? Itu sebabnya manusia dilahirkan dan hidup dengan pendengaran dan penglihatan. Artinya pendengaran dan penglihatan yang dimiliki oleh manusia akan mempengaruhi sikap dan kebijakan yang dimunculkannya. Kebiasaan mendengar dan melihat sesuatu akan membentuk sikap dan perbuatannya.

Kalau begitu, pola berpikir manusia terbentuk bergantung pada “samii’an bashiiran”. Dengan begitu pula, maka manusia hidup mengalami ujian hanya akan dirasakan oleh mereka yang berakal. Dengan akalnya, seseorang akan menentukan mana sikap dan perbuatan yang mencerminkan ketaatan pada perintah dan menjauhi larangan. (lagi…)

Add comment Mei 29, 2008

Kebangkitan Nasional Kebangunan Ummat Islam

Hari ini tepat seabad kebangkitan nasional Indonesia, yakni masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Awal gerakan itu adalah berdirinya Boedi Oetomo, organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Hanya saja, koordinator Indonesia Satu Rr Berar Fathia (19/4) mengatakan, saya hari ini harus meluruskan sejarah kebangkitan nasional yang tidak diketahui publik bahwa penggagasnya adalah Kartini, bukan Boedi Oetomo dan bahwa Boedi Oetomo itu nasionalisme Jawa (http://www.kompas.com).

No comment atas pendapat Berar. Mudah-mudahan para pakar Sejarah senantiasa menggali sejarah selurus-lurusnyanya, sehingga kita lebih fokus pada melanjutkan perjuangan para pembangkit semangat ke-Indonesia-an.

Yang terpenting adalah menegakkan persatuan dan kesatuan, walaupun hal ini hanya merupakan satu bagian dari pilar kebangkitan nasional. Isu penegakkan kembali persatuan dan kesatuan menjadi moment penting di saat kita berlomba-lomba memunculkan kotak-kotak pengelompokkan umat berdasar ketidakpuasan.

Padahal Hadratusj-Sjaich, Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dalam pidato nya di Muktamar NU ke-12 menyatakan:
Manusia harus bersatu agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan agar terhindar kehancuran dan bahaya. Jadi kesamaan dan keserasian pendapat mengenai penyelesaian beberapa masalah adalah prasyarat terciptanya kemakmuran. Ini juga akan dapat mengokohkan rasa kasih sayang. Adanya persatuan dan kesatuan telah menghasilkan kebajikan dan keberhasilan. Persatuan juga telah mendorong kesejahteraan negara, peningkatan status rakyat, kemajuan dan kekuatan pemerintah, dan telah terbukti sebagai alat untuk mencapai kesempurnaan. Salah satu dari banyak tujuan persatuan adalah bersemainya kebajikan yang akan menjadi sebab terlaksananya berbagai ide.
Jadi memang kita harus mempertegak (atau menegakkan, atau …) kembali persatuan dan kesatuan. Perpecahan sebesar apapun adalah sebab utama kelumpuhan, kemunduran dan kegagalan dalam setiap jaman, serta sebab kerusakan, kehancuran, dan aib yang besar.

Ayo bersatu!

Bagi kita umat Islam, menghadapi seabad kebangkitan nasional dengan isyu sentral persatuan dan kesatuan, perlu ditegaskan bahwa ajaran Islam tidak akan dapat berjalan dengan baik selama kepentingan masyarakat Islam terpecah-pecah. Kalau begitu, tujuan akhir politik Islam di Indonesia adalah pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya bibir saja. Dan Hasyim Asy’ari memberikan nasihatnya:
Kita masyarakat Islam Indonesia tidak ingin memperebutkan posisi kepemimpinan, kita hanya ingin mereka yang menduduki dan memegang kepemimpinan negeri ini melaksanakan ajaran Islam yang telah diperintahkan oleh Allah Yang Maha Suci dan Agung.

Inilah saatnya fajar kebangunan umat Islam bukan saatnya terpecah-pecah. Jangan jadikan ketidakpuasan sebagai sumber konplik atau perpecahan. Yang lebih parah, ketidakpuasan jadi pemicu melicinkan cara cari/curi duit dengan pura-pura menjadi pelopor pembangun umat untuk lebih takwa.

Add comment Mei 20, 2008

Previous Posts


Dengan mengingat
bulan hijriyah
Semoga kita bisa hijrah
ke arah peningkatan
iman kita,
amal soleh kita,
hidup di atas kebenaran
dan hidup dalam kesabaran

mamabojong
sumedang

memelihara yang baik dan mengembangkan yang lebih baik melalui blog
Mama Bojong Rank

categorize

Archive

Recent posts

RSS euclidmaja bicara

RSS for All from Sunda

Komentar Terakhir

Nur anisah di Perkemahan Santri Nusantara…
latifah di Khutbah Rasul SAW menyambut…
Agus Suhanto di Konek dengan teman di Yahoo…
taslim di Khutbah Rasul SAW menyambut…
kiki di Perkemahan Santri Nusantara…

Blogroll

Meta

Feed

Visitor

  • 3,667

Spam Blocked

Add to Technorati Favorites
hit counters
Powered by  MyPagerank.Net
Join My Community at MyBloglog!

Flickr Photos

midnight city still

Oneonta

Untitled

More Photos

Tag

bandara birokrat browser bulan haram bulan qamariyah caleg chat cinta digital domain download getjar haji haji mabrur hati hikmah iklan Islam jeddah jilbab keluarga khutbah kloter mail medinah mekkah niat Opera page rank partai pemilu pemimpin pernikahan peta Pramuka ramadhan release religi Santri software sombong tabligh Transfer tutorial Yahoo

education

page

 

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30