Situ Gintung versus Caleg
Maret 30, 2009
Dua lagi ngtrend, Situ Gintung dan kampanye Caleg. Situ Gintung jebol menelan banyak korban dan yang dinyatakn hilang. Geger, dan lucunya ada yang saling salahkan, bahkan mempolitisir. Adapun kampanye Caleg dg segala keterbatasannya tetap menghangatkan suasana. Saling lempar isyu dan sindiran tetap jadi topik kampanye.
Jika keduanya berdampingan tentu akan didapat kaitan erat; Situ Gintung tantangan bagi Caleg.
Basis siapa di situ dan apa kontribusinya?
Pertanyaan ini penting dijawab, sebab siapa pun dan bagaimana pun mereka yang terpilih adalah wakil rakyat sekitar situ Gintung. “Mereka dipilih bukan dilotre,” kata Iwan Fals. Terlebih di jaman pemilu sistem distrik, walaupun semi, mereka harus betul-betul menjadi wakil rakyat yang tentu harus meliputi segalanya.
Ini bukan memojokkan seseorang, hanya kebetulan. Maksudnya, Situ Gintung hanya sebuah contoh, sebuah fenomena yang riil.
Maka dari itu, seorang caleg hendaknya seorang politisi profesional yang hendaknya pula diperlakukan sebagai seorang profesional oleh parpol pengusungnya. Bisa nggak ya? Sebab di liga olah raga saja, klub pemilik pemain profesional akan berupaya membayar berapa pun harga pemain dengan catatan bisa mengangkat prestasi dan prestise klubnya. BUkannya pemain mengisi kas klub-nya untuk bisa dipakai sebagai pemain inti atau cadangan. Pada akhirnya mereka akan bermain bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Sementara caleg kadang dituntut mengeluarkan biaya gede-gedean sendiri-sendiri, yang pada akhirnya setelah jadi anggota legislatif berada di persimpangan.
Dengan mengambil contoh kasus situ Gintung, jelas bahwa jebolnya situ tersebut sebagai tantangan bagi para caleg. Mampukah para caleg setelah menjadi anggota legislatif memperhatikan lingkungan dapilnya? Paling tidak mengurangi terjadinya musibah yang besar.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
mamabojong






1.
titiw | April 2, 2009 at 4:28 pm
Saya baca di koran, banyak caleg2 yang menyalahkan caleg yang lokasinya di sekitar kejadian. Lah.. Aneh banget sih.. kesannya mau ngambil kesempatan dalam kesempitan. ANEH BERAT. Eh lupa, salam kenal, hehe.. :)
2.
mamabojong | April 7, 2009 at 9:44 pm
kita sukanya menyalahkan orang, bukannya menyadari kesalahannya.
seperti kasus situ gintung hanyalah sebuah pelajaran sebab kejadiannya adalah takdir.