Hade dan Kesalehan Sosial
Juni 14, 2008
Selamat kepada Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) atas pelantikannya
menjadi Guburner dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013.
Dengan tekad menjunjung tinggi dan mengaktualisasikan Visi Jawa Barat 2010, tokoh-tokoh Jawa Barat telah bertekad menegakkan kesalehan sosial. Termasuk Hade, SB, atau siapapun tentunya bisa memaknai kata kesalehan sosial, terlebih sosialisasi kesalehan sosial telah dilakukan sejak awal digulirkannya. Karena itu, sudah selayaknya pemerintahan yang dipimpin oleh Hade tetap menjaga prinsi-prinsip kesalehan sosial itu.
Sabilulungan, sabobot sapihanean, caang bulan opat belas, ati putih badan bodas, itu adalah sebagian dari bentuk kesalehan sosial. Walaupun Hade yang memang hade telah dinodai oleh kawannya sendiri SB yang sengaja datang terlambat di perhelatan bersejarah dan pertama bagi Hade sebagai pemimpin baru Jawa Barat dan tidak mau mendengarkan sambutan Mendagri (http://news.ekozone.com), semoga tidak menyurutkan Hade dan jajarannya untuk tetap menampilkan kesalehan sosial dalam sikap dan perilaku.
SB bukan hanya datang terlambat dan tidak mau mendengarkan sambutan Mendagri, ia pun mengomentari rumah dinas Dede Yusuf dengan segala kekurangannya. Padahal Rasulullah saw sendiri tidak mengajarkan demikian. Kesederhanaan justru terkandung dalam makna kesalehan sosial, sehingga rumah dinas yang walaupun kecil dengan listrik berdaya 900 Kwh tanpa kulkas dan AC sepertinya cukup untuk pemimpin yang menjunjung tinggi kesalehan sosial.
Dengan kesalehan sosial, seabreg kontrak politik yang telah dilontarkan Hade ketika kampanye insya Allah terealisasikan. Dengan catatan, karena Hade dipilih oleh warga Jawa Barat untuk Jawa Barat, bukan oleh kelompoknya Hade dan untuk kelompoknya Hade, maka jangan munculkan pengemis2 baru, penjilat2 baru yang nyata-nyata pengemis dan penjilat sudah banyak di Jawa Barat. Jangan lagi berpikir memajukan kelompoknya sendiri, tetapi jadikan Jawa Barat propinsi termaju dan mitra terdepan ibukota negara 2010. Stop keterikatan terhadap kelompok pengusung, tetapi terikatlah oleh visi misi Jawa barat.
Entry Filed under: Islam, government. .
mamabojong






Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed