Archive for Mei, 2008
M3 ataukah Indosat atau Saya
Ketika sebuah kartu hilang atau hangus, saya berpikir akan hilang dan hangus atau tidak terpakai lagi. Terlebih, suatu waktu pernah membeli kartu As di sebuah counter yang hanya melayani penjualan pulsa Telkomsel, pelayannya mengatakan, “Ini nomor bagus, nomor lama yang sempat gagal tapi sekarang bisa aktif”. Asumsi saya, nomor yang kemudian saya beli betul-betul nomor baru yang belum pernah dipakai.
Ceritanya kemarin lusa, temanku pemilik Radesa iseng nelpon saya via nomor M3 yang sudah beberapa bulan dinyatakan hilang. Walaupun kartu itu benar-benar berarti bagi saya, tapi tidak ada niatan mengaktifkannya lagi via Indosat dengan alasan akan hangus dan takkan terpakai lagi, sehingga saya beli nomor M3 baru. Ternyata, nomor hp yang dituju aktif bahkan sempat ngobrol walaupun dia keheranan dengan suara dan nada suaraku yang berbeda.
Sebagai soulmate (kayak di Indosiar yach), ketika kemudian bertemu saya, dia pun menceritakan kejadian itu dan saya pun mencoba menghubunginya. Benar-benar nyambung. Saya pun bingung, mau memintanya khawatir yang mpunya kartu tersinggung (ntar dia beranggapan saya nuduh dia nyuri hp saya, padahal kartu itu doang yang hilang – maklum punya dua kartu tapi hp-nya satu).
Kalau nomor itu ada dan aktif, jelas saya berkepentingan dengan nomor itu. Ini siapa yang salah? M3-kah? Indosat-kah? Ataukah saya yang ceroboh? Yang pasti saya betul-betul ceroboh? Hanya saja, selama ini saya beranggapan tidak mungkin dia menemukan kartu saya lantas memakainya, sebab pulsanya hanya seratusan perak (sisa internetan) dan dibandingkan beli pulsa akan lebih murah beli perdana.
Setelah sebelumnya saya mengomentari M3 di blogspotnya Anangku berkaitan dengan ketersinggungan saya terhadap iklannya yang Rp0,000000…1, saat ini (jika betul perbuatan M3 atau Indosat) saya betul-betul tersinggung pula. Permasalahannya, nomor seseorang aktif atau pun tidak aktif akan terkait dengan security dan privasi.
Tapi, ini adalah kecerobohan user, yakni saya. Maka, janganlah tergiur dengan iklan dan kemudian gonta-ganti kartu. Pastikan beli nomor hp setelah yakin nomor dan provider itu yang terbaik untuk kita, dan peliharalah nomor itu seakan-akan telah menyatu dengan diri kita. Bagi para provider, pastikan registrasi kartu sebagai keamanan dan kenyamanan pemakai serta berlakukan arsif registrasi itu seperti halnya pengarsipan administrasi, yakni 25 atau 30 tahun.
1 comment Mei 29, 2008
Hidup adalah Ujian
Dalam al-Quran surat al-Insaan (S. 76:2) Allah berfirman, “Innaa khalaqna ‘l-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi faja’alnaahu samii’an bashiiroo”; “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur (antara benih lelaki dengan perempuan) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Ayat di atas menegaskan bahwa setiap manusia yang hidup akan mengalami ujian. Ia terikat oleh perintah dan larangan sebagai ujian. Apakah taat perintah dan meninggalkan larangan ataukah melanggarnya? Itu sebabnya manusia dilahirkan dan hidup dengan pendengaran dan penglihatan. Artinya pendengaran dan penglihatan yang dimiliki oleh manusia akan mempengaruhi sikap dan kebijakan yang dimunculkannya. Kebiasaan mendengar dan melihat sesuatu akan membentuk sikap dan perbuatannya.
Kalau begitu, pola berpikir manusia terbentuk bergantung pada “samii’an bashiiran”. Dengan begitu pula, maka manusia hidup mengalami ujian hanya akan dirasakan oleh mereka yang berakal. Dengan akalnya, seseorang akan menentukan mana sikap dan perbuatan yang mencerminkan ketaatan pada perintah dan menjauhi larangan. (lagi…)
Add comment Mei 29, 2008
Salam bagi Makmum pada Salat Berjamaah
Kita semua tahu, bahwa mengucapkan salam dalam salat adalah fardu berdasar sabda Rasulullah SAW dan perbuatannya. Dari Ali r.a. bahwa beliau bersabda:
Miftahu al-shalati al-thuhuuru wa takhriimuhaa al-takbir wa tahliiluhaa al-tasliim.
Kunci salat itu ialah bersuci, pembukaannya membaca takbir dan penutupnya memberi salam (HR Ahmad Syafi’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Turmudzi).
Dan dari ‘Amir bin Sa’ad, dari bapaknya, katanya:
Kuntu aroo al-Nabiyya shalla Allaahu ‘alaihi wa sallama yusallimu ‘alaa yamiinihi wa ‘an yasaarihi hatta yuroo bayaadhu khaddihi.
Saya lihat Nabi saw memberi salam ke sebelah kanan dan ke sebelah kirinya, hingga kelihatan putih pipinya (HR Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah).
Jumhur ulama berpendapat bahwa yang fardu itu ialah memberi salam pertama, sedang yang kedua hukumnya sunat. Dalam hal ini, kata Ibnul Mundzir, “tak jalan untuk berpaling lagi.”
Kaitannya dengan salat berjamaah, kapan seorang makmum harus melakukan salam?
Adakah kemungkinan hilang keutamaan berjamaah terkait salam?
Shollu kamaa roaitumunii usholli. Jika Rasulullah saw mengajarkan memberi salam ke sebelah kanan (di mana ucapan salamnya menjadi wajib), maka menoleh ke kanannya merupakan perbuatan yang menyertai ucapan salam. Di sisi lain memberi salam ke kiri telah disepakati sebagai perbuatan sunat. Kalau begitu, perbuatan salam imam meliputi menoleh ke kanan hingga kembali menghadap ke depan untuk kemudian memberi salam ke kiri (jika mau dilakukan).
Makmum adalah orang yang mengikuti imam. Dari Anas, katanya Rasulullah saw telah bersabda, “Hai manusia, sesungguhnya aku imam bagi kamu, maka janganlah kamu mendahului aku waktu ruku’, sujud, berdiri, duduk, dan salam.” (HR Ahmad dan Muslim). Maka dengan sendirinya ia hendaknya memberi salam setelah imam memberi salam ke kanan hingga kembali lagi menghadap ke depan. Sekiranya makmum memberi salam sebelum itu, dikhawatirkan hilang keutamaan berjamaahnya, karena perbuatan imam seperti itu perbuatan sunat yang satu paket dengan ucapan salam.
Sehubungan dengan salam kedua yang dipandang sunat, maka jelas makmum tidak perlu memberi salam menunggu selesainya imam memberi salam kedua.
Gimana nih pa ustadz?
Add comment Mei 26, 2008
percantik background header wordpress
Awalnya bertanya-tanya, gimana mengubah background header? Kebetulan theme saya asalnya almost spring. Ketika ganti theme dengan Blix dari Sebastian Schmieg ditemukan ada tag gambar tajuk tersuai. Langsung aja disconect sambungan internet, utak-atik gambar di corel, selesai and … conect lagi mang!
Tertarik ganti background header? pastikan theme yang digunakan memiliki fasilitas custom header. Ini mudah, (lagi…)
Add comment Mei 26, 2008
Kebangkitan Nasional Kebangunan Ummat Islam
Hari ini tepat seabad kebangkitan nasional Indonesia, yakni masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Awal gerakan itu adalah berdirinya Boedi Oetomo, organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Hanya saja, koordinator Indonesia Satu Rr Berar Fathia (19/4) mengatakan, saya hari ini harus meluruskan sejarah kebangkitan nasional yang tidak diketahui publik bahwa penggagasnya adalah Kartini, bukan Boedi Oetomo dan bahwa Boedi Oetomo itu nasionalisme Jawa (http://www.kompas.com).
No comment atas pendapat Berar. Mudah-mudahan para pakar Sejarah senantiasa menggali sejarah selurus-lurusnyanya, sehingga kita lebih fokus pada melanjutkan perjuangan para pembangkit semangat ke-Indonesia-an.
Yang terpenting adalah menegakkan persatuan dan kesatuan, walaupun hal ini hanya merupakan satu bagian dari pilar kebangkitan nasional. Isu penegakkan kembali persatuan dan kesatuan menjadi moment penting di saat kita berlomba-lomba memunculkan kotak-kotak pengelompokkan umat berdasar ketidakpuasan.
Padahal Hadratusj-Sjaich, Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dalam pidato nya di Muktamar NU ke-12 menyatakan:
Manusia harus bersatu agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan agar terhindar kehancuran dan bahaya. Jadi kesamaan dan keserasian pendapat mengenai penyelesaian beberapa masalah adalah prasyarat terciptanya kemakmuran. Ini juga akan dapat mengokohkan rasa kasih sayang. Adanya persatuan dan kesatuan telah menghasilkan kebajikan dan keberhasilan. Persatuan juga telah mendorong kesejahteraan negara, peningkatan status rakyat, kemajuan dan kekuatan pemerintah, dan telah terbukti sebagai alat untuk mencapai kesempurnaan. Salah satu dari banyak tujuan persatuan adalah bersemainya kebajikan yang akan menjadi sebab terlaksananya berbagai ide.
Jadi memang kita harus mempertegak (atau menegakkan, atau …) kembali persatuan dan kesatuan. Perpecahan sebesar apapun adalah sebab utama kelumpuhan, kemunduran dan kegagalan dalam setiap jaman, serta sebab kerusakan, kehancuran, dan aib yang besar.
Ayo bersatu!
Bagi kita umat Islam, menghadapi seabad kebangkitan nasional dengan isyu sentral persatuan dan kesatuan, perlu ditegaskan bahwa ajaran Islam tidak akan dapat berjalan dengan baik selama kepentingan masyarakat Islam terpecah-pecah. Kalau begitu, tujuan akhir politik Islam di Indonesia adalah pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan, bukan hanya bibir saja. Dan Hasyim Asy’ari memberikan nasihatnya:
Kita masyarakat Islam Indonesia tidak ingin memperebutkan posisi kepemimpinan, kita hanya ingin mereka yang menduduki dan memegang kepemimpinan negeri ini melaksanakan ajaran Islam yang telah diperintahkan oleh Allah Yang Maha Suci dan Agung.
Inilah saatnya fajar kebangunan umat Islam bukan saatnya terpecah-pecah. Jangan jadikan ketidakpuasan sebagai sumber konplik atau perpecahan. Yang lebih parah, ketidakpuasan jadi pemicu melicinkan cara cari/curi duit dengan pura-pura menjadi pelopor pembangun umat untuk lebih takwa.
Add comment Mei 20, 2008
mamabojong





