Mama yang mana ?

Maret 29, 2008

Secara nasional kita biasa menggunakan istilah mama untuk sapaan terhadap ibu dan untuk bapak dengan papa. Tetapi di Sunda kadang mama dipergunakan untuk panggilan bapak dan untuk ibu dengan mimi. Dan di Sunda kadang mama diberikan sebagai gelaran terhadap kaum laki-laki yang dituakan atau dihormat di suatu lingkungan. Bahkan mama digelarkan kepada mereka laki-laki yang tinggi ilmu agamanya, seperti Mama Rende -ulama Cianjur, Mama Endin - kiai koboi dari Garut. Mama Bojong pun ada, yakni di Bandung (dan blog ini yang ditulis oleh seorang manusia yang banyak kekurangan dan kekhilafannya tidak semata-mata untuk merendahkan Mama Bojong, terlebih Mama Jelegong - putranya – adalah guru saya. Hanya kebetulan saja pada tahun pertama tinggal di lingkungan baru saya, muncul sapaan2 baru terhadap para penghuni yang rata2 datang dari berbagai pelosok, ada mama Paris, mama Ganeas, mama Jatihurip, dan banyak lagi, sedang saya kebagian mamabojong). Itu sebabnya pula saya tidak mau memisahkan kata mamabojong untuk blog ini.

Tujuan penulisan ini bukan untuk mempertentangkan perbedaan istilah secara nasional atau Sunda, apalagi ternyata di Sunda pun sedikitnya ada perbedaan makna. Bukan pula untuk mensejajarkan saya dengan Mama Bojong dari Bandung.

Jika kita analisis, kata mama sebagai ibu, sebagai bapak (di Sunda), atau sebagai tokoh agama, terlihat ketiganya mengandung makna yang agung dan mulia.

Lantas apa pentingnya mengungkap kata mama? Sebab, untuk kondisi negara kita yang seperti ini dibutuhkan mereka-mereka yang siap jadi mama dalam arti yang sebenarnya, yakni jadi ibu bagi perempuan, jadi bapak untuk laki-laki, dan jadi tokoh bagi para pemimpinnya. Ini hanya teropong saya menggunakan kacamata yang murah.

Prediksi saya, jika muncul mama, terlebih sesegera mungkin, insya Allah kita akan menemukan jati diri sebagai bangsa yang rohmatan lil alamin. Sebab bisa diharapkan manusia-manusia Indonesia nantinya menjadi sabar, tabah, dan bijaksana.

Kalau begitu, mari kita selangkah lebih maju dan kita maju dengan selangkah-selangkahnya berarti. Kita kembangkan khazanah2 lama yg baik sembari kita gali kgazanah2 baru yg lebih baik.

Entry Filed under: general. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Dengan mengingat
bulan hijriyah
Semoga kita bisa hijrah
ke arah peningkatan
iman kita,
amal soleh kita,
hidup di atas kebenaran
dan hidup dalam kesabaran

mamabojong
sumedang

memelihara yang baik dan mengembangkan yang lebih baik melalui blog
Mama Bojong Rank

categorize

Archive

Recent posts

RSS euclidmaja bicara

RSS for All from Sunda

Komentar Terakhir

Nur anisah di Perkemahan Santri Nusantara…
latifah di Khutbah Rasul SAW menyambut…
Agus Suhanto di Konek dengan teman di Yahoo…
taslim di Khutbah Rasul SAW menyambut…
kiki di Perkemahan Santri Nusantara…

Blogroll

Meta

Feed

Visitor

  • 3,769

Spam Blocked

Add to Technorati Favorites
hit counters
Powered by  MyPagerank.Net
Join My Community at MyBloglog!

Flickr Photos

eight.

I remember him standing there like a break in the mist, or the shadow under old trees & I wish I had known then it is the place we cannot go that needs our touch most

Untitled

More Photos

Tag

bandara birokrat browser bulan haram bulan qamariyah caleg chat cinta digital domain download getjar haji haji mabrur hati hikmah iklan Islam jeddah jilbab keluarga khutbah kloter mail medinah mekkah niat Opera page rank partai pemilu pemimpin pernikahan peta Pramuka ramadhan release religi Santri software sombong tabligh Transfer tutorial Yahoo

education

page

 

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31