Perkemahan Santri Nusantara 2009

"Santri pun berkemah." Begitu yang terlontar dari mulut sebagian warga Sumedang. Pasalnya pada tanggal 15-20 Juni 2009 ini akan berlangsung Perkemahan Santri Nusantara 2009 yang bertempat di Bumi Perkemahan Letjen Purn. H. Mashudi atau lebih dikenal dengan Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor Sumedang Jawa Barat.

Ungkapan di atas seharusnya tidak perlu muncul. Sebab pada jaman penjajahan dulu pernah ada gerakan kepanduan berbasis santri, yakni Hizbul Wathon (HW) yang didirikan di Yogyakarta pada 1918 M atas prakarsa KH. Ahmad Dahlan. Hanya saja, kemudian HW meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada saat pendeklarasiannya tahun 1961. Terlebih lagi, even nasional yang merupakan kerja sama Departemen Agama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini adalah Perkemahan Santri Nusantara II. Even sebelumnya telah dilaksanakan pada 11-14 September 2006 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Maka, adanya Perkemahan Santri Nusantara 2009 yang akan melibatkan 5293 santri dari seluruh Indonesia, ini merupakan langkah positif untuk menambah wawasan kepanduan bagi tiap santri di pesantren. Di samping itu dapat diharapkan bisa meluruskan kegiatan perkemahan yang kadangkala bagi sebagian peserta suka melalaikan shalat, walaupun kegiatan ibadah tidak pernah lepas dari kegiatan perkemahan.

Tema perkemahan ini adalah Pramuka Santri Indonesia bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika. Adapun mottonya yaitu Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan.

Tema dan motto tersebut mengindikasikan bahwa Perkemahan Santri Nusantara berorientasi menghasilkan kaum santri yang tinggi semangat kebangsaannya, kokoh ikatan persatuan dan kesatuan indonesianya, serta tidak tergoyahkan tekad bela negaranya. Hal ini sejalan pula dengan revitalisasi gerakan pramuka yang dicanangkan presiden RI pada 14 Agustus 2006.

Itulah sebabnya pula, tidak hanya pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada kegiatan perkemahan ini. Kegiatan-kegiatan yang diagendakannya meliputi: pengenalan ilmu dan teknologi, pengenalan ilmu kesakaan, uji petualangan, teknik kepramukaan, dan pembekalan keterampilan.

"Selamat Berkemah Santri Nusantara."

1 comment Juni 13, 2009

Dirgahayu Kota Sumedang

met ultah kota Sumedang. Semoga diusianya yang ke 431 ini lebih memperlihatkan hasil yang gemilang.

Sumedang Tandang bukan untuk dipertahankan, tetapi dibuktikan bahwa Sumedang pun bisa sejajar dengan kota lainnya di Indonesia. Tidak terlena dengan predikat kota teraman di dunia, tetapi di tengah keamanan terdapat kenyamanan untuk tinggal dan menetap di Sumedang, serta banyak orang atau perusahaan yang mau berinvestasi.

Selama ini ada sebagian orang mengatakan di Sumedang NGEUNAH DAHAR NGEUNAH SARE HOREAM GAWE (enah makan, enak tidur, malas kerja). Dengan usia yang telah lawas ini, mari kita tingkatkan etos kerja, mengejar segala ketertinggalan. Semua bekerja dan semua berkarya.

KREATIF DAN INOVATIF seluruh warga Sumedang adalah kunci untuk kesuksesan, Oke!

Add comment April 23, 2009

Situ Gintung versus Caleg

Dua lagi ngtrend, Situ Gintung dan kampanye Caleg. Situ Gintung jebol menelan banyak korban dan yang dinyatakn hilang. Geger, dan lucunya ada yang saling salahkan, bahkan mempolitisir. Adapun kampanye Caleg dg segala keterbatasannya tetap menghangatkan suasana. Saling lempar isyu dan sindiran tetap jadi topik kampanye.
Jika keduanya berdampingan tentu akan didapat kaitan erat; Situ Gintung tantangan bagi Caleg.

Basis siapa di situ dan apa kontribusinya?

Pertanyaan ini penting dijawab, sebab siapa pun dan bagaimana pun mereka yang terpilih adalah wakil rakyat sekitar situ Gintung. “Mereka dipilih bukan dilotre,” kata Iwan Fals. Terlebih di jaman pemilu sistem distrik, walaupun semi, mereka harus betul-betul menjadi wakil rakyat yang tentu harus meliputi segalanya.

Ini bukan memojokkan seseorang, hanya kebetulan. Maksudnya, Situ Gintung hanya sebuah contoh, sebuah fenomena yang riil.

Maka dari itu, seorang caleg hendaknya seorang politisi profesional yang hendaknya pula diperlakukan sebagai seorang profesional oleh parpol pengusungnya. Bisa nggak ya? Sebab di liga olah raga saja, klub pemilik pemain profesional akan berupaya membayar berapa pun harga pemain dengan catatan bisa mengangkat prestasi dan prestise klubnya. BUkannya pemain mengisi kas klub-nya untuk bisa dipakai sebagai pemain inti atau cadangan. Pada akhirnya mereka akan bermain bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Sementara caleg kadang dituntut mengeluarkan biaya gede-gedean sendiri-sendiri, yang pada akhirnya setelah jadi anggota legislatif berada di persimpangan.

Dengan mengambil contoh kasus situ Gintung, jelas bahwa jebolnya situ tersebut sebagai tantangan bagi para caleg. Mampukah para caleg setelah menjadi anggota legislatif memperhatikan lingkungan dapilnya? Paling tidak mengurangi terjadinya musibah yang besar.

2 comments Maret 30, 2009

Sosialisasi Pemilu

Semenjak ditunjuk jadi anggota KPPS, bingung aku untuk sosialisasi pemilu. Sebab, KPPS sudah barang tentu memiliki tanggung jawab yang lebih untuk mensosialisasikan pentingnya Pemilu untuk masa depan bangsa dan negara. Tapi, ya itu, jika seseorang sudah terbelenggu oleh image golput, apa yang harus diangkat untuk mengubah image mereka. Di sisi lain, bagaimana mengarahkan para pemilih untuk menentukan pilihan yang tepat tanpa mengarahkan mereka kepada salah satu parpol.

Alhamdulillah, ketemu jawabannya dari khutbah Jumat kemarin. Sang khatib awalnya mengajak jamaah untuk bersama-sama mengaplikasikan perintah dzikrullah sesuai perintah Allah dalam al-Quran surat al-Ahzab (S. 33:41). Dengan memperbanyak berdzikir, katanya, bukan hanya akan terampuni dosa kita, tapi juga menghadirkan hati yang selalu dekat dengan sang Pencipta. Nabi Muhammad SAW bahkan menyatakan bahwa dzikrullah itu obat yang utama untuk menentramkan hati.

Di khutbah kedua, khatib menekankan pentingnya memulai segala sesuatu yang baik dengan ucapan basmalah. Alkisah, seorang wanita yang tidak pernah luput dari memulai pekerjaan dan kegiatan sehari-harinya dengan basmalah ternyata bisa luput dari kejahatan suaminya yang akan menjerumuskannya. Dari khutbah kedua inilah muncul asumsi khotib bahwa dengan basmalah maka tidak ada alasan lain untuk tidak mensukseskan pemilu.

Setuju deh, dengan senantiasa mengawali kegiatan dan atau pekerjaan apapun dengan baca basmalah, tentu sama artinya kita menyadari bahwa segala sesuatu tidak lepas dari izin dan ridlo Allah. Jika basmalah mengawali segala-segalanya berarti segala putusan, kebijakan, tindakan, dan apapun dari kita digantungkan pada Allah untuk terarah pada yang haq. Insya Allah. Sebelum kita memberi tanda ceklis pada salah satu caleg atau parpol terlebih dahulu baca basmalah, insya Allah haq, paling tidak kita dapat ampunan Allah seandainya salah memilih.

Makasih pak khatib yang telah membantu sosialisasi pemilu.

1 comment Maret 21, 2009

Kembali dari Haromain

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan, petunjuk, dan ampunan. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa dan keburukan perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

Berkat rahmat dan karunia Allah, Yang Maha Suci dan Maha Luhur, alhamdulillah mamabojong telah kembali ke tanah air dengan selamat. Mamabojong kembali setelah selama 40 hari melakukan perjalanan suci ke haromain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Banyak kesan religi, kesan sosial, kesan edukasi, dan kesan lainnya yang mamabojong dapatkan. Terima kasih Ya Allah atas panggilan-Mu dan keberhasilan bisa memenuhi panggilan-Mu. Walaupun hanya Engkau yang tahu nilai amal perbuatan ibadah dan keseharianku di tanah haromain, namun kepergian sampai kepulanganku dari dan ke tanah air merupakan kebanggaan dan kebahagiaanku. Mudah-mudahan seluruh amal perbuatanku menjadi amal ibadah yang ditempatkan di sisi-Mu. Terima kasih Ya Allah.

Ucapan terima kasih juga mamabojong sampaikan kepada semua kerabat, sahabat, dan semua yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung. Terima kasih atas doa dan bantuan yang telah diberikan, sehingga mamabojong bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Jazaakallah khoiron katsiiro.

Tidak lupa mamabojong memohon maaf, jika karena perjalanan haji ini membuat ada yang terganggu atau menjadi repot dibuatnya.

Selamat berjumpa lagi. Mari kita berkarya dan lebih meningkatkan amal dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Add comment Januari 18, 2009

Previous Posts


Dengan mengingat
bulan hijriyah
Semoga kita bisa hijrah
ke arah peningkatan
iman kita,
amal soleh kita,
hidup di atas kebenaran
dan hidup dalam kesabaran

mamabojong
sumedang

memelihara yang baik dan mengembangkan yang lebih baik melalui blog
Mama Bojong Rank

categorize

Archive

Recent posts

RSS euclidmaja bicara

RSS for All from Sunda

Komentar Terakhir

Investasi di Perkemahan Santri Nusantara…
gibson di Budaya Berjenggot dan Budaya…
mamabojong di Situ Gintung versus Caleg
titiw di Situ Gintung versus Caleg
dir88gun di Sosialisasi Pemilu

Blogroll

Meta

Feed

Visitor

  • 2,762

Spam Blocked

Add to Technorati Favorites
hit counters
Powered by  MyPagerank.Net
Join My Community at MyBloglog!

Flickr Photos

Castle Stalker

summer dessert

footprints

More Photos

Tag

education

page

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031